Pramuka
atau Praja Muda Karana adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan
di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan,
sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip
dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang sasaran akhirnya adalah
pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.
Kegiatan
pramuka memiliki dua nilai, yakni nilai formal atau nilai pendidikannya atau
pembentukan karakter serta nilai materiil atau nilai kegunaan praktisnya.
Sementara itu nilai kepramukaan bagi peserta didik adalah sebagai permainan
atau games yang menarik, menyenangkan dan menantang. Selain itu, bagi pembina
pramuka atau anggota dewasa pramuka bernilsi pengabdian atau karya bakti. Dan
bagi masyarakat, Negara dan bangsa pramuka bernilai sebagai alat pembinaan dan
pengembangan generasi muda.
Gerakan
pramuka bersifat nasional yang ditujukan penyelenggaraannya untuk kepentingan
bangsa dan Negara. Sifat lainnya adalah internasional yang ditujukan untuk
memupuk rasa persaudaraan antar sesama pramuka (pandu) di dunia dengan sasaran
akhir tercipta perdamaian dunia. Selain itu harus pula terpenuhi sifat
universal dimana penggunaan prinsip dasar dan metode yang secara umum sama digunakan
oleh seluruh organisasi kepanduan di dunia.
Prinsip Dasar, Metode, dan Kode Kehormatan Pramuka
Gerakan
Pramuka sebagai organisasi kepanduan dilengkapi dengan prinsip dasar dan
metode-metode yang dijadikan landasan dalam beraktifitas. Prinsip dasar
kepramukaan dapat dilihat sebagai norma
hidup sebagai anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan kepada
setiap peserta didik melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadi
dengan bantuan para Pembina, sehingga pelaksanaan dan pengalamannya dapat
dilakukan dengan inisiatif sendiri, penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian,
tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun sebagai
anggota masyarakat. Prinsip dasar kepramukaan adalah:
1. Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa
2. Peduli terhadap bangsa dan tanah
air, sesame hidup dan alam seisinya
3. Peduli terhadap diri sendiri
4. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Pada
hakekatnya anggota Gerakan Pramuka wajib menerima Prisip Dasar
Kepramukaan, dalam arti:
a. Menaati perintah Tuhan Yang Maha Esa
dan menjauhi larangan-Nya serta beribadah sesuai tata cara dari agama yang
dipeluknya.
b. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan
melestarikan lingkungan sosial, memperkokoh persatuan, serta menerima
kebinekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c.
Memerlukan
lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang dan memberikan
kenyamanan dan kesejahteraan hidup dan karenanya setiap anggota Gerakan Pramuka
wajib peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara menjaga, memelihara dan
menciptakan kondisi yang lebih baik.
d. Mengakui bahwa manusia tidak hidup
sendiri, melainkan hidup bersama berdasarkan prinsip peri-kemanusiaan yang adil
dan beradab dengan makhluk lain ciptaan Tuhan, khususnya dengan sesama manusia.
e. Memahami prinsip diri pribadi untuk
dikembangkan dengan cerdas guna kepentingan masa depan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.
Metode
kepramukaan adala suatu cara memberikan pendidikan watak kepada
peserta didik melalui kegiatan kepramukaan. Pendidikan kepramukaan merupakan
proses belajar mandiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri
pribadi seutuhnya, meliputi aspek mental, moral, spiritual, emosional, sosial,
intelektual dan fisik, baik bagi individu maupun sebagai anggota masyarakat
maka dibutuhkan suatu Metode /ketentuan khusus yang kita sebut Metode
Kepramukaan.
Metode
Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan
yang keterkaitanya keduanya terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan Pramuka. Prinsip
Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan harus dilaksanakan secara terpadu,
keduanya harus berjalan seimbang dan saling melengkapi. Setiap unsur pada
Metode Kepramukaan merupakan subsistem tersendiri yang memiliki fungsi
pendidikan spesifik, yang secara bersama-sama dan keseluruhan saling memperkuat
dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan.
Metode kepramukaan
merupakan salah cara belajar interaktif progresif melalui:
a.
Pengamalan
Kode Kehormatan Pramuka.
Kode
Kehormatan Pramuka yang terdiri atas janji yang disebut satya dan
ketentuan moral yang disebut darma merupakan salah satu unsur yang terdapat
dalam Metode Kepramukaan. Satya Pramuka diucapkan
secara sukarela oleh seorang calon Anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi
persyaratan keanggotaan. Satya Pramuka juga
digunakan sebagai pengikat diri pribadi untuk secara sukarela mengamalkannya
dan dipakai sebagai titik tolak memasuki proses Pendidikan Kepramukaan
guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan
fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan Darma Pramuka adalah alat
pendidikan mandiri yang progresif untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia,
selain itu juga merupakan upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong agar
anggotanya menemukan, menghayat, serta mematuhi sistem nilai yang dimiliki
masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota dalam masyarakat tersebut.
Sebagai landasan gerak bagi Gerakan
Pramuka, Darma Pramuka berfungsi
sebagai alat pencapaian tujuan Pendidikan Kepramukaan
yang kegiatannya mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap
demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong
royong. Darma Pramuka dapat pula
disamakan dengan Kode Etik bagi organisasi
dan Anggota Gerakan Pramuka yang berperan
sebagai landasan serta ketentuan moral dasar yang diterapkan bersama berbagai
ketentuan lainnya yang mengatur hak dan kewajiban anggotanya, pembagian
tanggungjawab antar anggota serta pengambilan keputusan oleh anggota.
b.
Belajar
sambil melakukan.
Belajar sambil melalukan dilaksanan
dengan mengutamakan sebanyak mungkin kegiatan praktik secara praktis pada
setiap kegiatan kepramukaan dalam
bentuk pendidikan keterampilan dan berbagai pengalaman yang bermanfaat bagi anggota muda. Mengarahkan perhatian
anggota muda untuk selalu berbuat hal-hal nyata, merangkasang agar timbulnya
keingintahuan akan hal-hal baru, serta memacu agar berpartisipasi aktif dalam
segala kegiatan, baik di dalam Gerakan
Pramuka maupun di dalam lingkungan kemasyarakatan merupakan tujuan
dari belajar sambil melakukan.
c.
Sistem
beregu.
Sistem beregu dilaksanakan agar anggota mudanya memperoleh kesempatan
belajar memimpin dan dipimpin, mengatur dan diatur, berorganisasi, memikul
tanggungjawab serta bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. Anggota muda yang dikelompokkan dalam
satuan gerak yang dipimpin oleh anggota muda itu sendiri, dan satuan gerak
tersebut merupakan wadah kerukunan di antara mereka.
d.
Kegiatan
di alam terbuka yang menantang dan menarik serta mengandung pendidikan yang
sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda.
Kegiatan di alam terbuka merupakan
kegiatan rekreasi yang edukatif dengan mengutamakan kesehatan, keselamatan dan
keamanan, dan tidak jarang diikuti dengan kegiatan yang menarik dan menantang
terutama bagi kaum muda agar bersedia dan mau bergabung dalam Gerakan Pramuka,
serta bagi anggota Pramuka agar tetap terpikat,
mengikuti serta mengembangkan kegiatan kepramukaan.
Biasanya kegiatan di alam terbuka dapat
memberikan pengalaman dengan adanya rasa saling ketergantungan antara
unsur-sunru alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, serta mengembangkan suatu
rasa tanggungjawab akan masa depan dengan menghormati keseimbangan alam untuk
tetep menjaga serta menanamkan pada anggota muda bahwa menjaga lingkungan
adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar
dalam setiap kegiatan yang selaras dengan alam.
Mengembangkan kemampuan untuk
menghadapi dan mengatasi tantangan, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan
di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam
kesederhanaan, serta membina kerjasama dan rasa memiliki.
e.
Kemitraan
dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan.
Anggota dewasa berfungsi sebagai
perencanaan, organisator, pelaksanaan, pengendalian, pengawas dan penilai.
Sedang Pramuka Penegak dan Pandega
berfungsi sebagai pembantu anggota dewasa dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan. Anggota muda yang dalam melaksanakan
kegiatan yang dimaksud, diharap dapat melakukan konsultasi dengan anggota dewasa . Dan pada waktu
pelaksanaan kegiatan tersebut, anggota dewasa diharapkan dapat memberikan
pembinaan dan pendampingan. Dikarenakan anggota dewasa bertanggungjawab atas
pelaksanaan kegiatan kepramukaan oleh anggota muda.
f.
Sistem
tanda kecakapan.
Tanda kecakapan merupakan
bukti yang diberikan kepada Pramuka yang telah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai
kepramukaan serta telah memiliki keterampilan tertentu. Sistem tanda kecakapan ini bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka
agar secara bersungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan nilai-nilai
kepramukaan serta memiliki berbagai keterampilan tertentu.
g.
Sistem
satuan terpisah untuk putra dan untuk putri.
Sistem Satuan Terpisah diterapkan
dengan memisahkan satuan Pramuka Putri dan Putra. Satuan Pramuka
Putri dibina oleh Pembina Putri, sedangkan satuan Pramuka Putra
dibina oleh Pembina Putra. Tidak dibenarkan Pramuka Putra
dibina oleh Pembina Putri, atau sebaliknya, kecuali pada Perindukan Siaga. Jika sistem ini diselenggarakan dalam bentuk perkemahan,
harus dijamin serta dijaga agar tempat perkemahan
putri dan putra terpisah, perkemagan putri dipimpin oleh Pembina putri
atau sebaliknya.
h.
Kiasan
dasar.
Kiasan Dasar adalah ungkapan yang
digunakan secara simbolik dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.
Penggunaan kiasan dasar, sebagai salah satu unsure terpadu dalam pendidikan kepramukaan,
dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan perkembangan
yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan peserta didik dalam setiap
kegiatan pendidikan kepramukaan.
Kegiatan pendidikan kepramukaan
harus dikemas dalam kiasan dasar yang menarik, menantang dan merangsang, disesuaikan
dengan minat, kebutuhan, situasi dan kondisi anggota muda. Kiasan dasar sendiri disusun dan dirancang untuk mencapai tujuan dan sasaran
pendidikan kepramukaan
untuk setiap golongan serta merupakan salah satu unsur dalam Metode Kepramukaan
yang pelaksanaannya harus tidak memberatkan anggota muda tetapi malah dapat memperkaya
pengalaman.
Prinsip
dasar dan metode kepramukaan, seperti yang disebutkan sebelumnya, harus
dilaksanakan secara terkait dengan kode kehormatan pramuka. Kode kehormatan
pramuka sendiri terdiri atas janji yang disebut satya dan ketentuan moral yang
disebut darma. Baik satya maupun darma merupakan satu unsure dari metode
kepramukaan dan alat pelaksanaan prinsip dasar kepramukaan.
Kode
kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah:
- Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan.
- Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji.
- Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, mental, moral, ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
Sedangkan
kode kehormatan pramuka dalam bentuk ketentuan moral yang disebut darma adalah:
- Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
- Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
- Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong.
- Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.
- Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi.
- Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya.
Keanggotaan,
Motto, dan Kiasan Dasar Kepramukaan
Keanggotaan pramuka dibagi menjadi dua
bagian besar, yakni anggota muda atau peserta didik dan anggota dewasa. Anggota
muda atau peserta didik terdiri dari:
a.
Siaga,
usia 7-10 tahun. Memiliki tiga tingkat Syarat Kecakapan Umum (SKU) yaitu: Siaga
Mula, Siaga Bantu, dan Siaga Tata.
b.
Penggalang,
usia 11-15 tahun. Memiliki tiga tingkat SKU yaitu: Penggalang Ramu, Penggalan
Rakit, dan Penggalang Terap.
c.
Penegak,
usia 16-20 tahun. Memiliki dua tingkat SKU yaitu: Penegak Bantara dan Penegak
Laksana
d.
Pandega,
usia 21-25 tahun. Memiliki satu tingkat SKU yaitu Pandega.
Sedangkan anggota dewasa
terdiri dari:
a.
Pembina
pramuka
b.
Pelatih
pembina pramuka
c.
Pembina
pramuka professional
d.
Pamong
satuan karya pramuka (SAKA)
e.
Insruktur
SAKA
f.
Pimpinan
SAKA
g.
Andalan
(nasional, daerah, cabang, ranting) pramuka
h.
Anggota
majelis pembimbing atau MABI (nasional, daerah, cabang, ranting, gugus depan)
pramuka
Motto
gerakan pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan
setiap anggota gerakan pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti
mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka. Motto Gerakan
Pramuka adalah “SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN“. Manfaat Motto
Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :
1.
Menanamkam
rasa percaya diri.
2.
Menambah
semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.
3.
Siap
mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.
4.
Rasa bangga
sebagai Pramuka.
5.
Memiliki
Buadaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya.
Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu
diingat bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma
Pramuka dalam kehidupan sehari hari. Untuk meningkatkan kebanggaan dan
kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib
menggunakan Motto Gerakan Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di
satuan masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar