Sabtu, 15 November 2014

CIRI - CIRI KARAKTER ANAK BERMASALAH


Sebenarnya ada 6 ciri karakter anak yang bermasalah, cukup kita melihat dari perilakunya yang nampak maka, kita sudah dapat melakukan deteksi dini terhadap “musibah besar” dikehidupan yang akan datang (baca: semakin dewasa) dan secepatnnya dapat melakukan perbaikan. Inilah ciri-ciri karakter tersebut :
  1. Susah diatur dan diajak kerja sama, Hal yang paling Nampak adalah anak akan membangkang, akan semaunya sendiri, mulai mengatur tidak mau ini dan itu. pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang. Ingat akan kebutuhan dasar manusia? Tiga hal diatas yang telah saya sebutkan, nah kebutuhan itu sedang dialami anak. Kita hanya bisa mengarahkan dan mengawasi dengan seksama.
  2. Kurang terbuka pada pada Orang Tua, Saat orang tua bertanya “Gimana sekolahnya?” anak menjawab “biasa saja”, menjawab dengan malas, namun anehnya pada temannya dia begitu terbuka. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2, nah pada saat ini dapat dikatakan figure orangtua tergantikan dengan pihak lain (teman ataupun ketua gang, pacar, dll). Saat ini terjadi kita sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai menganti pendekatan kita.
  3. Menanggapi negatif, Saat anak mulai sering berkomentar “Biarin aja dia memang jelek kok”, tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak.
  4. Menarik diri, Saat anak terbiasa dan sering Menyendiri, asyik dengan duniannya sendiri, dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya (menarik diri). Pada kondisi ini kita sebagai orangtua sebaiknya segera melakukan upaya pendekatan yang berbeda. Setiap manusia ingin dimengerti, bagaimana cara mengerti kondisi seorang anak? Kembali ke 3 hal yang telah saya jelaskan. Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya, dimengerti – semengertinya dan sedalam-dalamnya.
  5. Menolak kenyataan, Pernah mendengar quote seperti “Aku ini bukan orang pintar, aku ini bodoh”, “Aku ngga bisa, aku ini tolol”. Ini hampir sama dengan nomor 4, yaitu kasus harga diri. Dan biasanya kasus ini (menolak kenyataan) berasal dari proses disiplin yang salah. Contoh: “masak gitu aja nga bisa sih, kan mama da kasih contoh berulang-ulang”.
  6. Menjadi pelawak, Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah, kemanakah orangtua?
(Sumber : Blog Pendidikan Karakter)

PENDIDIKAN KARAKTER



Pendidikan karakter  merupakan hal yang baru sekarang ini meskipun bukan sesuatu yang baru. Penanaman nilai-nilai sebagai sebuah karakteristik seseorang sudah berlangsung sejak dahulu kala. Akan tetapi, seiring dengan perubahan jaman, agaknya menuntut adanya penenaman kembali nilai-nilai tersebut ke dalam sebuah wadah kegiatan pendidikan di setiap pengajaran.

Penanaman nilai-nilai tersebut dimasukkan (embeded) ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksud agar dapat tercapai sebuah karakter yang selama ini semakin memudar.

Setiap mata palajaran mempunyai nilai-nilai tersendiri yang akan ditanamkan dalam diri anak didik. Hal ini disebabkan oleh adanya keutamaan fokus dari tiap mapel yang tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Distribusi penanaman nilai-nilai utama dalam tiap mata pelajaran dapat dilihat sebagai berikut:
  1. Pendidikan Agama:  Nilai utama yang ditanamkan antara lain: religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.
  2. Pendidikan Kewargaan Negara: Nasionalis, patuh pada aturan sosial, demokratis, jujur, mengahrgai keragaman, sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain.
  3. Bahasa Indonesia: Berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, percaya diri, bertanggung jawab, ingin tahu, santun, nasionalis.
  4. Ilmu Pengetahuan Sosial: Nasionalis, menghargai keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, peduli sosial dan lingkungan, berjiwa wirausaha, jujur, kerja keras.
  5. Ilmu Pengetahuan Alam: Ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, jujur, bergaya hidup sehat, percaya diri, menghargai keberagaman, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli lingkungan, cinta ilmu
  6. Bahasa Inggris: Menghargai keberagaman, santun, percaya diri, mandiri, bekerja sama, patuh pada aturan sosial
  7. Seni Budaya: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis
  8. Penjasorkes: Bergaya hidup sehat, kerja keras, disiplin, jujur, percaya diri, mandiri, mengahrgai karya dan prestasi orang lain
  9. TIK/Ketrampilan: Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai karya orang lain.
  10. Muatan Lokal: Menghargai kebersamaan, menghargai karya orang lain, nasional, peduli.

SMK Wira Karya Mandiri


SMK Wira karya Mandiri merupakan sebuah sekolah yang berdiri sejak tahun 2014. terletak di jalan perjuangan ujung No. 210 Desa Tanjung Selamat Kecamatan Medan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. pada tahun ajaran 2014/2015, SMK Wira Karya Mandiri Membuka penerimaan siswa baru dengan kompetensi keahlian:
  1. Keperawatan Kesehatan
  2. Analisis Kesehatan
  3. Rekayasa Perangkat Lunak
  4. Teknik Komputer dan jaringan (TKJ)
  5. Multimedia
  6. Teknik Sepeda Motor
  7. Administrasi Perkantoran
SMK Wira Karya Mandiri bernaung di Bawah pengelolaan Yayasan Fathih Azzahra. yang memiliki 

Visi : 
Menjadi Sekolah Menengah Kejuruan berwawasan lingkungan, unggul dalam pendidikan karakter dengan kompetensi wirausaha serta teknologi informasi dan komunikasi.

Misi :
  1. Menyelenggarakan metodologi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, berkarakter kebangsaan, berjiwa wirausaha dan berbudaya lingkungan.
  2. Menyediakan sarana dan prasarana pendukung sesuai dengan kebutuhan proses belajar mengajar.
  3. Membina jejaring kerjasama dengan potensi usaha pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan dunia usaha dan dunia industri.
  4. Menanamkan nilai - nilai keagamaan dan kebangsaan dalam pembelajaran dan lingkungan sekolah.

Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia dengan jiwa kewirausahaan yang berwawasan lingkungan.
  2. Menyediakan tenaga kerja siap pakai dengan kompetensi bidang terkait.
  3. Mewujudkan reputasi kinerja sekolah yang baik


Motto :
Ilmu yang Amaliah, Amal yang Ilmiah, dan Berakhlak Mulia.

Sistem
  1. Pendidikan siswa meliputi Martikulasi, remedial, pengayaan dan akselerasi.
  2. Aplikasi Ilmu dengan ketersediaan laboratorium.
  3. Pengembangan materi dan Ekstrakurikuler.
  4. Metode Pembelajaran yang menyenangkan berdasarkan kasih sayang dan keteladanan, Student Active Learning (SAL), Kepanduan, Multiple Intelegent, Life Skill, dll.
Kegiatan Ekstra Kurikuler
SMK Wira Karya Mandiri menyelenggarakan Ekstrakurikuler Sebagai Berikut :
  1. Desain Grafis
  2. Keagamaan
  3. Kepanduan (Pramuka)
  4. English Club
  5. Pencak Silat
  6. Futsal Club
  7. Kesenian (Tari Tradisional dan Dancer) 
Fasilitas :
Fasilitas yang tersedia pada SMK Wira Karya Mandiri adalah Sebagai Berikut :
  1. Ruang Kelas yang Full AC
  2. Pembelajaran dengan Multimedia
  3. Halaman Sekolah yang Asri jauh dari jalan
  4. Mesjid 
  5. Laboratorium Multimedia dan Teknik Komputer Jaringan
  6. Laboratorium Analis Kesehatan
  7. Laboratorium Kimia
  8. Workshop Sepeda Motor
  9. Lapangan Futsal dan Volley
  10. Perpustakaan
  11. Sanggar Kesenian
  12. Sanggar Scout 
  13. Kantin